Sari
Otavia Dara Asal Kendal
Sari Otavia/15410172
Berdasarkan
informasi dari orang tua dan kerabat, Saya lahir di Kendal pada hari Senin, 27
Oktober 1997. Semasa kecil, Saya hidup
seperti kebanyakan anak-anak lain yang memiliki kedua orang tua lengkap. Saya
dilahirkan dari rahim Ibu Suyami, dan Bapak Juri. Mereka sangat menyayangi
Saya. Sebelum memasuki bangku sekolah Taman Kanak-kanak, Saya menghabiskan
waktu bermain di lingkungan rumah orangtua saya yang saat itu tinggal di
Kedungpane, Ngalian. Teman kecil saya waktu itu adalah Nungki, Erni, Tittan,
Nova, dan masih banyak lagi. Setelah usia Saya 4 tahun lebih, Saya memasuki
bangku sekolah Taman Kanak-kanak di TK
Pertiwi XI selama 6 bulan. Saya mempunyai adik laki-laki pada saat Saya duduk
di bangku Taman Kanak-kanak. Adik Saya
lahir pada hari Senin, 27 Mei 2002 yang bernama Fery Aryanto. Ketika adik Saya
lahir, kedua orangtua Saya memutuskan untuk pindah ke Kendal tempat orangtua
ibu Saya, sehingga Saya melanjutkan sekolah di TK Darma Wanita Desa Puguh. Di
TK Darma Wanita, teman yang pertama Saya kenal adalah Tuti, karena Tuti tinggal
di sebelah rumah nenek Saya. Selain Tuti, Saya juga mengenal Novia, Laras, Via,
Eva, Nila, Ida, dan masih banyak lagi. Mereka selalu bersama- sama duduk di
bangku sekolah sampai di Sekolah Menengah Pertama.
Ketika
Saya pindah dari TK Pertiwi XI ke TK Darma Wanita, Saya langsung naik ke TK B,
setelah 6 bulan, Saya lulus TK dan melanjutkan sekolah di SD Negeri Puguh yang
letaknya berhadapan dengan TK Darma Wanita. Semasa SD Saya mengikuti
pembelaaran dengan antusias dan menghasilkan prestasi yang lumayan dengan
selalu masuk 10 besar. Selin itu, di SD Puguh, Saya juga pernah mengikuti lomba
Pesta Siaga tingkat Kecamatan Boja. Setelah 6 tahun sekolah di SD Puguh, saya
lulus dan melanjutkan sekolah di SMP Negeri 3 Boja yang letaknya juga tidak
jauh dari SD Puguh, karena letak SMP Negeri 3 Boja masih di Desa Puguh. Di SMP
Negeri 3 Boja, Saya juga mengikiti kegiatan Pembelajaran dengan antusisas.
Selain itu, saat SMP Saya mengikuti ekstrakurikuler Paskibra dan mengibarkan
bendera Merah Putih pada saat hari Proklamasi Kemerdekaan. Suatu kebanggaan
tersendiri bisa mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Tiga tahun di SMP Negeri 3
Boja, saya melanjutkan pendidikan di SMK Negeri 3 Kendal. Letak SMK Negeri 3
Kendal dengan rumah Saya lumayan jauh, tapi masih terletak satu kecamatan. Oleh
sebab itu, Saya mulai mengendarai sepeda motor untuk pulang-pergi ke sekolah.
Jarak yang ditempuh dari rumah ke sekolah sekitar 25 menit. Saya memutuskan
untuk melanutkan sekolah di SMK, karena Saya berfikir, di SMK selain bisa
kuliah juga bisa bekerja karena sudah dibekali dengan ketrammpilan kejuaruan
yang dipilih. Saya memilih progam kejuruan Teknik Komputer Jaringan, karena
dulu saat SMP saya mengagumi guru TIK yaitu Ibu Mudzaifah, dan menurut saya
ketrampilan komputer juga merupakan suatu hal yang penting sebagai bekal di
dunia kerja kelak. Selain itu, Saya memilih SMK Negeri 3 Kendal juga karena di
sana terdapat eksra Pskibra yang sudah dikenal bagus, kerjasama dengan dunia
industri juga sudah lumayan luas, dan SMK Negeri 3 Kendal merupakan SMK favorit
di Kendal.
Tiga
tahun di SMK Negeri 3 Kendal, Saya mengikuti pembelajaran dengn antusis, karena
saat itu banyak hal yang baru saja Saya ketahui saat itu, baik di bidang akademik, kejuruan maupun
ekstra. Di SMK Negeri 3 Kendal, Saya pernah mengikuti ekstrakurikuler Paskibra,
Pramuka, Tari, dan Go Green atau
gerakan penghijauan. Tetapi, yang benar-benar Saya tekuni hanya Paskibra dan
Pramuka. Tari bagi Saya hanya sebagi hobi yang pernah ditampilkan saat
acara-acara tertentu di SMK seperti acara Wisuda, Penyambutan Bupati, Pembukaan
event Job Fair dan lain sebagainya. Awal Saya mengikuti
ekstra Pramuka adalah ketika Saya berhasil lolos seleksi lomba COMPAS yang diadakan
oleh POlINES, dan mulai saat itu, Saya selalu mengikuti event-event perlombaan Pramuka. Di Pramuka juga saya mulai belajar
berorganisasi dan bersosialisasi dengan baik. Setelah lulus dari SMK Negeri 3
Kendal, berdasarkan arahan dari keluarga dan guru, Saya memutuskan untuk
melanjutkan pendidikan di tingkat Universitas, yaitu di Universitas PGRI
Semarang.
Di
Universitas PGRI Semarang, Saya memilih Progam Studi Pendidikan Bahasa dan
Sastra Indonesia. Menurut Saya, bahasa dan sastra Indonesia itu unik dan
menarik untuk dipelajari. Selama dua semester saya benar-benar menikmati
masa-masa perkiliahan seorang mahasiswa PBSI dan bisnis kecil-kecilan saya saat
itu, yaitu jilbab dan pulsa. Sampai di akhir semester dua, saya benar-benar
bosan liburan di rumah yang monoton dan menginginkan kegiatan seperti dulu saat
SMK. Kemudian di awal semester tiga, Saya memutuskan untuk mengkuti UKM Racana
dan Sangkatama. UKM Racana adalah UKM Pramuka yang ada di UPGRIS, sedangkan
Sangkatama adalah UKM Seni Tari dan Karawitan di UPGRIS. Saya memilih kedua UKM
ini, karena Saya sadar bahwa Jiwa dan Seni saya di Pramuka dan Tari belum bisa
dipisahkan. Awal Saya mengikuti UKM Sangkatama berjalan dengan lancar hingga
lolos berbagai seleksi untuk mengikuti pagelaran, sampai akhirnya pagelaran itu
tidak jadi diadakan karena bergai hal. Kemudian Saya masih melanjutkan kegiatan
Saya di Racana, ternyata di Racana itu terdapat bidang Paskibra yang dulu
ketika SMK dua hal itu merupakan sesuatu yang berbeda, dan sekarang di Racana
menjadi satu bagian. Tidak berfikir lama lagi, Saya langsung melilih bidang
Paskibra. Di Racana Saya benar-benar menemukan suatu hal yang dulu pernah
hilang. Di Racana Saya kembali belajar betorganisasi dan bersosialisasi dengan
baik, di Racana juga Saya menemukan pekerjaan sampingan sebagai seorang
mahasiswa, yaitu mengajar Pramuka. Saat ini Saya mengajar di empat sekolah yang
ada di Semarang. Yaitu SD Islam Permatasari, SD Islam Istriati, SD Negeri
Tlogosari Kulon 03, SD Negeri Negeri Bangetayu. Saya menikmati semua ini baik
di Racana, Kuliah, maupun mengajar Pramuka.