Minggu, 23 September 2018

Sari Otavia Dara Asal Kendal



Sari Otavia Dara Asal Kendal
Sari Otavia/15410172
Berdasarkan informasi dari orang tua dan kerabat, Saya lahir di Kendal pada hari Senin, 27 Oktober 1997. Semasa kecil,  Saya hidup seperti kebanyakan anak-anak lain yang memiliki kedua orang tua lengkap. Saya dilahirkan dari rahim Ibu Suyami, dan Bapak Juri. Mereka sangat menyayangi Saya. Sebelum memasuki bangku sekolah Taman Kanak-kanak, Saya menghabiskan waktu bermain di lingkungan rumah orangtua saya yang saat itu tinggal di Kedungpane, Ngalian. Teman kecil saya waktu itu adalah Nungki, Erni, Tittan, Nova, dan masih banyak lagi. Setelah usia Saya 4 tahun lebih, Saya memasuki bangku  sekolah Taman Kanak-kanak di TK Pertiwi XI selama 6 bulan. Saya mempunyai adik laki-laki pada saat Saya duduk di bangku Taman  Kanak-kanak. Adik Saya lahir pada hari Senin, 27 Mei 2002 yang bernama Fery Aryanto. Ketika adik Saya lahir, kedua orangtua Saya memutuskan untuk pindah ke Kendal tempat orangtua ibu Saya, sehingga Saya melanjutkan sekolah di TK Darma Wanita Desa Puguh. Di TK Darma Wanita, teman yang pertama Saya kenal adalah Tuti, karena Tuti tinggal di sebelah rumah nenek Saya. Selain Tuti, Saya juga mengenal Novia, Laras, Via, Eva, Nila, Ida, dan masih banyak lagi. Mereka selalu bersama- sama duduk di bangku sekolah sampai di Sekolah Menengah Pertama.
Ketika Saya pindah dari TK Pertiwi XI ke TK Darma Wanita, Saya langsung naik ke TK B, setelah 6 bulan, Saya lulus TK dan melanjutkan sekolah di SD Negeri Puguh yang letaknya berhadapan dengan TK Darma Wanita. Semasa SD Saya mengikuti pembelaaran dengan antusias dan menghasilkan prestasi yang lumayan dengan selalu masuk 10 besar. Selin itu, di SD Puguh, Saya juga pernah mengikuti lomba Pesta Siaga tingkat Kecamatan Boja. Setelah 6 tahun sekolah di SD Puguh, saya lulus dan melanjutkan sekolah di SMP Negeri 3 Boja yang letaknya juga tidak jauh dari SD Puguh, karena letak SMP Negeri 3 Boja masih di Desa Puguh. Di SMP Negeri 3 Boja, Saya juga mengikiti kegiatan Pembelajaran dengan antusisas. Selain itu, saat SMP Saya mengikuti ekstrakurikuler Paskibra dan mengibarkan bendera Merah Putih pada saat hari Proklamasi Kemerdekaan. Suatu kebanggaan tersendiri bisa mengibarkan Sang Saka Merah Putih. Tiga tahun di SMP Negeri 3 Boja, saya melanjutkan pendidikan di SMK Negeri 3 Kendal. Letak SMK Negeri 3 Kendal dengan rumah Saya lumayan jauh, tapi masih terletak satu kecamatan. Oleh sebab itu, Saya mulai mengendarai sepeda motor untuk pulang-pergi ke sekolah. Jarak yang ditempuh dari rumah ke sekolah sekitar 25 menit. Saya memutuskan untuk melanutkan sekolah di SMK, karena Saya berfikir, di SMK selain bisa kuliah juga bisa bekerja karena sudah dibekali dengan ketrammpilan kejuaruan yang dipilih. Saya memilih progam kejuruan Teknik Komputer Jaringan, karena dulu saat SMP saya mengagumi guru TIK yaitu Ibu Mudzaifah, dan menurut saya ketrampilan komputer juga merupakan suatu hal yang penting sebagai bekal di dunia kerja kelak. Selain itu, Saya memilih SMK Negeri 3 Kendal juga karena di sana terdapat eksra Pskibra yang sudah dikenal bagus, kerjasama dengan dunia industri juga sudah lumayan luas, dan SMK Negeri 3 Kendal merupakan SMK favorit di Kendal.
Tiga tahun di SMK Negeri 3 Kendal, Saya mengikuti pembelajaran dengn antusis, karena saat itu banyak hal yang baru saja Saya ketahui saat  itu, baik di bidang akademik, kejuruan maupun ekstra. Di SMK Negeri 3 Kendal, Saya pernah mengikuti ekstrakurikuler Paskibra, Pramuka, Tari, dan ­Go Green ­atau gerakan penghijauan. Tetapi, yang benar-benar Saya tekuni hanya Paskibra dan Pramuka. Tari bagi Saya hanya sebagi hobi yang pernah ditampilkan saat acara-acara tertentu di SMK seperti acara Wisuda, Penyambutan Bupati, Pembukaan event Job Fair  dan lain sebagainya. Awal Saya mengikuti ekstra Pramuka adalah ketika Saya berhasil lolos seleksi lomba COMPAS yang diadakan oleh POlINES, dan mulai saat itu, Saya selalu mengikuti event-event perlombaan Pramuka. Di Pramuka juga saya mulai belajar berorganisasi dan bersosialisasi dengan baik. Setelah lulus dari SMK Negeri 3 Kendal, berdasarkan arahan dari keluarga dan guru, Saya memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di tingkat Universitas, yaitu di Universitas PGRI Semarang.
Di Universitas PGRI Semarang, Saya memilih Progam Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Menurut Saya, bahasa dan sastra Indonesia itu unik dan menarik untuk dipelajari. Selama dua semester saya benar-benar menikmati masa-masa perkiliahan seorang mahasiswa PBSI dan bisnis kecil-kecilan saya saat itu, yaitu jilbab dan pulsa. Sampai di akhir semester dua, saya benar-benar bosan liburan di rumah yang monoton dan menginginkan kegiatan seperti dulu saat SMK. Kemudian di awal semester tiga, Saya memutuskan untuk mengkuti UKM Racana dan Sangkatama. UKM Racana adalah UKM Pramuka yang ada di UPGRIS, sedangkan Sangkatama adalah UKM Seni Tari dan Karawitan di UPGRIS. Saya memilih kedua UKM ini, karena Saya sadar bahwa Jiwa dan Seni saya di Pramuka dan Tari belum bisa dipisahkan. Awal Saya mengikuti UKM Sangkatama berjalan dengan lancar hingga lolos berbagai seleksi untuk mengikuti pagelaran, sampai akhirnya pagelaran itu tidak jadi diadakan karena bergai hal. Kemudian Saya masih melanjutkan kegiatan Saya di Racana, ternyata di Racana itu terdapat bidang Paskibra yang dulu ketika SMK dua hal itu merupakan sesuatu yang berbeda, dan sekarang di Racana menjadi satu bagian. Tidak berfikir lama lagi, Saya langsung melilih bidang Paskibra. Di Racana Saya benar-benar menemukan suatu hal yang dulu pernah hilang. Di Racana Saya kembali belajar betorganisasi dan bersosialisasi dengan baik, di Racana juga Saya menemukan pekerjaan sampingan sebagai seorang mahasiswa, yaitu mengajar Pramuka. Saat ini Saya mengajar di empat sekolah yang ada di Semarang. Yaitu SD Islam Permatasari, SD Islam Istriati, SD Negeri Tlogosari Kulon 03, SD Negeri Negeri Bangetayu. Saya menikmati semua ini baik di Racana, Kuliah, maupun mengajar Pramuka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar