Minggu, 18 Oktober 2015

Soekarno



NAMA            :           SARI OTAVIA
KELAS           :           SATU D
NPM               :           15410172

TUGAS MENGANALISIS FILEM “SOEKARNO”
MEMBACA TEKNIK DAN PEMAHAMAN


http://www.politikriau.com/foto_berita/51FILM-SOEKARNO.jpg

1.      Tema   :           Nasionalisme
2.      Setting :
a.       Malam hari, di rumah Dr. Soejoedi, Yogyakarta 1929
b.      Malam hari, hujan deras. Di rumah Soekarmi Sosrodjharjo, Jawa Timur 1912
c.       Rumah H.Cokroaminaoto, Paneleh Surabaya 1920
d.      Penjara Banceu, Bandung 1930
e.       Rumah Inggrit (istri ke-2 Soekarno), Kejaksaan Bandung
f.       Gedung Landerad, Bandung 1930
g.      Rumah Bung Hatta, Menteng Jakarta
h.      Rumah dinas Letjen Imamura
i.        Pegangsaan timur, Jakarta
j.        Stasiun Gubeng, Surabaya
k.      Rumah dinas Laksamana Maeda
l.        Gedung Volksraad
m.    Kantor Marsekai Terauki, Vietnam
n.      Rengasdenglok,16 Agustus 1945
o.      dll
3.      Amanat           :
4.      Alur                 :
5.      Tokoh              :
a.       Soekarno
b.      Hatta
c.       Inggrit
d.      Fatmawati
e.       Syahir
f.       Soekarno kecil
g.      Soekarno dewasa
h.      Soekarmi (ayah Soekarno)
i.        Ida Ayu (ibu Soekarno)
j.        Hasan Din (ayah Fatmawati)
k.      Siti khadijah (ibu Fatmawati)
l.        Laksamana Maeda
m.    Sukarni
n.      Sayuti Melik
o.      Agus Salim
p.      Ki Hajar Dewantara
q.      Dll
6.      Cerita singkat filem “Soekarno”

Soekarno merupakan perubahan nama seorang anak yang sangat luar biasa yaitu kusno, kusno merupakan anak dari Soekarmi dan Ida Ayu, saat kusno kecil, dia mengalami sakit yang cukup lam. Ayah Kusno dan ibunya berusaha keras agar kusno segera sembuh, seperti ayah kusno pernah melaksanakan tirakat tidur di bawah ranjang kusno supaya penyakitnya pindah ketubuhnya, tetapi usahanya sia-sia. Sehingga, ayah kusno mengubah namanya menjadi sukarno dengan harapan bisa menjadi orang yang luar biasa layaknya Adipati Karno.
Image result for gambar film soekarno
Saat Soekarno remaja, ia ikut ayahnya berpidato di depan rakyat tentang kolonial yang memanfaatkan hasil alam dari negri kita, tidak hanya itu Kolonial Belanda juga mempekerjakan rakyat peribumi dengan sangat kejam di tanah air mereka sendiri. Soekarno yang mendengar pidato itu kemudian timbul rasa nasionalismenya sehingga, pada usia 24 tahun Soekarno mampu menggantikan ayah nya berpidato di depan para rakyat dan mengobarkan semangat mereka untuk melawan Kolonial Belanda. Keputusan Soekarno ini dianggap kontroversial oleh kalangan cendekiawan Belanda dan peribumi di parlemen, sehimgga Soekarno divonis penjara selama empat tahun.
Dua tahun kemudian Soekarno dibebaskan dan kembali berpolitik. Pada tahun 1934 Soekarno ditangkap dan dibuang ke Ende, empat tahun di Ende Soekarno beserta istri dan ke-3 anak angkatnya dipindahkan ke Bengkulu karena malaria. Di tahun 1940 Jepang menandatangani kesepakatan “Tiga Negara Poros” bersama Jerman dan italia. Secara resmi Jepang masuk ke kubu “Fasis” yang berseberangan dengan Belanda, Amerika, dan Inggris. 1 Desember 1941, Kaisar Hirouka mengumumkan perang pangkalan Amerika Pearai Hearbour di Hawai dihancurkan. Seketika perang dunia ke dua memuncak di Asia Pasifik. Setelah menduduki Cina, Filipina, Singapura, armada Jepang melumat kapal perang Belanda di Laut Jawa, dan Jepang berhasil masuk ke wilayah Indonesia.
Kemudian Nippon mendatangi kediaman Soekarno untuk mewujudkan cita-cita masing-masing yaitu Indonesia menuju kemerdekaan dan Jepang berhasil memenangkat peperangan dengan mengajak Soekarno bergabung dengan Devisi Nippon.
Pada tanggal 9 Juni 1942 Soekarno beserta keluarga dibawa ke Jakarta menggunakan kapal Bragas, kedatangan Soekarno ini disambut oleh Anwar Cokroaminoto, Soendoro, Asmara Hadi, Ratna Djoeami dan Moh Hatta. Sejak Jepang masuk ke Batavia pada tanggal 5 Maret 1942, mereka melancarkan propaganda 3A yaitu Nippom Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia dan Nippon Pemimpin Asia. Kedudukan Jepang melahirkan dua arus pergerakan pemuda yang sama kuat dari berbagai lapisan. Satu pihak mendukung, tetapi satu pihak yang lain menentang.
Walaupun Soekarno aktif dalam politik, Soekarno juga mempunyai kisah cinta dengan banyak wanita. Yang diceritakan dalam filem ini, pada saat remaja Soekarno pernah menyukai seorang anak kolonial Belanda, tetapi orang tuanya tidak menyetujui dengan alasan beda kasta dengan Soekarno. Setelah dewasa Soekarno  mempunyai seorang istri yang bernama Inggrit dan merupakan istri ke dua Soekarno. Inggrit sangat setia dengan Soekarno, beliau selalu menemani Soekarno dimanapun Soekarno berada dan bertugas maupun berpidato, begitu juga dengan Soekarno yang sangat menyayangi Inggrit. Tetapi di sisi lain, Fatmawati salah satu murid Soekarno juga sangat menyayangi gurunya itu, Fatmawati sangat kagum dengan sosok Soekarno. Soekarno ternyata juga menyimpan perasaan kepada fatmawati, dan kemudian menceritakan niat nya untuk menikahi Fatmawati kepada Inggrit. Tidak bisa dibayangkan kekecewaan Inggrit kepada Soekarno, bahwa dia akan menduakan cintanya. Akhirnya Inggrit menglah dan memutuskan untuk meninggalkan Soekarno dan pergi tinggal bersama kedua orangtuanya. Beberapa lama kemudian, Soekarno menikahi Fatmawati dan mempunyai seorang anak bernama Guntur.
Suatu ketika Soekarno diajak oleh Nippon mengunjungi sebuah pertambangan yang pempekerjakan paksa rakyat Indonesia, melihat itu Soekarno merasa sangat marah dengan Jepang karena mempekerjakan rakyatnya di negri mereka sendiri, tetapi Soekarno hanya diam tidak mengungkapkan kemarahannya itu.
Pada tanggal 8 September 1944, bendera merah putih dikibarkan untuk pertamakalinya dalam pemerintahan Jepang. Indonesia akan dimerdekakan oleh Jepang dan disarankan bentuk negaranya adalah kerajaan, tetapi Soekarno dan Hatta tidak setuju karena tidak sesuai dengan tujuan awal bangsa Indonesia yaitu adanya persatuan dan kesatuan. Dalam bentuk negara kerajaan, sangatlah sedikit persatuan dan kesatuan nya, apalagi indinesia adalah negara yang sangat luas dan terdiri dari pulau-pulau yang masyarakatnya mempunyai berbagai macam agama, suku dan bahasa, sehingga persatuan dan kesatuan sangat diperlukam. Dalam menyelesaikan masalah ini Soekarno Hatta mengalami berbagai macam perbedaan pendapat.
Selesai dengan masalah bentuk negara, dalam sidang BPUPKI para tokoh juga berdebat mengenai dasar negara Indonesia, para ulama berpendapat bahwa dasar negara Indonesia adalah serikat islam, karena sebagian masyarakat Indonesia beragama islam, tetapi ada beberapa tokoh masyarakat non islam yang tidak setuju. Akirnya Soekarno maju ke depan podium dan menyampaikan dasar negara Indonesia adalah PANCASILA yaitu lima sila yang berisi :
1.      Ketuhanan yang maha Esa
2.      Kemanusiaan yang adil dan beradap
3.      Persatuan Indonesia
4.      Kerakyatan yang di pimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan.
5.      Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Dan semua orang setuju dengan pendapat yang di kemukakan Soekarno.
Kemudian di Kantor Marsekai Terauki Vietnam, Indonesia dinyatakan bebas dan merdeka oleh Jepang. Sehari sebelum pelaksanaan upacara hari kemerdekaan, Soekarno Hatta membuat teks proklamasi, Sayuti melik yang mengetiknya, Fatmawati yang menjait bendera kebangsaan Indonesia. Dan sebelum hari kemerdekaan ditetapkan, SoekarnoHatta beserta keluarga dan diculik untuk diamankan. Sebelum upacara dimulai, Bung Kanro jatuh sakit dan membacakan teks proklamasi didampingi Bung Hatta juga dalam keadaan sakit. Bung Karno meminta berita bahagia ini disebarkan ke seluruh penjuru negri bahwa Indonesia telah MERDEKA….

https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQR1AxRBALxG2TNYe5_kWswPn03Vgin5i22yhshy5x_YridhXlC

PROKLAMASI
Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia.
Hal-hal jang mengenai pemindahan kekuasaan d.l.l, diselenggarakan dengan ijara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnya.
Jakarta, 17 Agustus 1945
SokarnoHatta

Berita itu sampai di telinga Inggrit, dan akhirnya Indonesia merdeka pada tanggal 17 Agustus tahun 1945, upacara bendera dilaksanakan pada hari jumat pulul 10.00 WIB.

Inggrit “Hari ini aku belajar banyak dari peristiwa yang terjadi, berusaha meraih kemenangan sendiri adalah kekalahan sejati. Kemerdekaan tidak akan pernah bisa diraih dengan cara seperti itu, aku akan ceritakan untuk anak cucu ku nanti.”






             

Tidak ada komentar:

Posting Komentar