Sabtu, 17 Desember 2016



Keberadaan Ujian Nasional
Saya setuju dengan pendapat Setia Naka Andrian mengenai nasib Ujian Nasional. Memang, dari tahun ketahun, Ujian Nasional menjadi momok tersendiri bagi setiap orang, tidak hanya siswa yang menjalankannya, tetapi orang tua yang khawatir akan nasib anaknya. Bayangkan saja, hasil belajar selama tiga tahun untuk SMP/SMA, dan enam tahun untuk SD ditentukan hanya dengan hitungan hari. Selain itu, sebelum hari Ujian Nasional tiba, siswa sering diforsir dengan berbagai macam mata pelajaran yang diujikan di UN. Dalam kondisi ini siswa yang tidak kuat pasti akan merasa sters dan terbebani. Hal ini menuimbulkan berbagai macam pro dan kontra dari berbagai pihak mengenai akan diadakannya Ujian Nasional atau tidak. Ujian Nasional memang bertujuan untuk mengukur kemampuan siswa selama bersekolah dan menjadikan ajang untuk berkompetisi. Akan tetapi, disisi lain Ujian Nasional menjadi bebaan atau momok tersendiri. Kalau menurut pendapat saya, Ujian Nasional tetap harus dilaksanakan, tetapi tidak menentukan kelulusan. UN dapat menjadi ajang untuk bersikap jujur dan mandiri, seperti yang diterapkan pada K13 yang menekankan pada pendidikan karakter. Tetai sebelum dilaksanakannya UN, siswa diberikan arahan supaya tidak terlalu menjadikan UN sebagai beban. Pemforsiran mata pelajaran juga dikurangi dan hanya membahas inti dan latihan soal dari mata pelajaran yang diujukan. Semoga apa yang menjadi keputusan pemerintah mengenai Ujian Nasional dapat diterima oleh kalangan. Sari Otavia (PBSI 3D)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar