Teater yang Menggema
Oleh : Sari
Otavia(15410172)
Pertunjukan seni teater
merupakan ajang unjuk bermain peran. Banyak aktor maupun aktris yang dulunya
menekuni seni teater dan sudah berhasil dalam bidangnya. Bakat dapat dilatih
mulai dari usia dini. Saat ini di berbagai daerah, sekolah maupun perguruan
tinggi sudah banyak kelompok atau perkumpulan teater. Salah satunya Teater Gema
di Universitas PGRI Semarang. Kemarin, pada tanggal 4 Oktober Teater Gema baru
saja mengadakan sebuah pentas pertunjukan teater yang berjudul Pentas Jaka
Tarub dan Pentas Monolog Balada Sumarah.
Pentas Jaka
Tarub menceritakan tentang kisah seorang pemuda yang bernama Jaka Tarub dan
seorang bidadari yang bernama Nawang Wulan. Mereka berdua menikah karena Jaka
Tarub mengambil selendang milik Nawang Wulan tanpa sepengetahuannya. Kemudian,
Nawang Wulan membuat saembara “barang siapa yang menemukan atau memberikan saya
baju, apabila perempuan akan saya jadikan saudara dan apabila laki-laki maka
akan dijadikan suami”. Mendengar itu, Jaka Tarub pun senang karena mimpinya
menikah dengan bidadari akan segera terwujud. Akhirnya mereka pun menikah dan
Nawang Wulan melahirkan anak perempuan yang bernama Nawang Sih. Tetapi setelah
Nawang Sih lahir banyak perdebatan diantara mereka. Pada suatu ketika saat
Nawang Wulan akan mencuci pakaian di sungai, dia menitipkan anaknya kepada Jaka
Tarub dan berpesan supaya tidak membuka panci yang di dalamnya sedang dimasak
nasi. Karena penasaran, Jaka Tarub pun mengintipnya dan setelah istrinya,
Nawang Wulan kembali ke rumah, Jaka Tarub menanyakan apa yang ia lihat di dalam
panci tersebut. Mendengar pertanyaan suaminya Nawang Wulan pun marah, selain
karena suaminya tidak menepati jaanji untuk tidak membuka panci itu, kesaktian
Nawang Wulan sebagai seorang bidadari pun menjadi hilang karena ulah suaminya
itu. Beberapa saat kemudian Nawang Wulan juga menemukan selendang miliknya yang
berada di tempat penyimpanan padi. Melihat itu semua, Nawang Wulan pun terkejut
dan benar-benar marah dengan Jaka Tarub. Kemarahan dan kekecewaan Nawang Wulan tidak bisa lagi dihentikan.
Akhirnya Nawang Wulan kembali ke kayangan dan meninggalkan Jaka Tarub. Banyak
pesan yang dapat diambil dalam setiap pertunjukan teater salah satunya di
pertunjukan Jaka Tarub ini. Pertunjukan yang baik dan bagus dari sebuah
pertunjukan teater adalah dari bagaimana cara mengemas pertunjukan itu, pesan
moral yang disampaikan, tata panggung, lighting, dan faktor pendukung lainnya.
Selain Pentas Jaka Tarub, Teater Gema juga menampilkan
Pentas Monolog Balada Sumarah yang telah berhasil memenangkan lomba PEKSIMIDA
tingkat Jawa Tengah dan mewakili Jawa Tengah di tingkat nasional. Monolog ini
menceritakan kisah tentang seorang anak
bernama Sumarah yang orang tuanya dituduh menjadi anggota PKI dan kemudian karena
dikucilkan oleh semua orang, dia memutuskan untuk menjadi TKW di Arab. Dengan
harapan dapat mengubah hidupnya di sana, Sumarah sangat bersemangat ketika akan
berangkat menuju Arab, tetapi harapannya pun sirna, di sana ia mendapat
perlakuan tidak senonoh oleh majikannya. Bahkan dia sering di siksa dan pernah
mendapatkan pelecehan seksual oleh majikannya itu. Setelah sekian lama Sumarah
bungkam mengenai prilaku majikannya itu, akhirnya ia pun membunuh sang majikan.
Walaupun ia tau kalau akhirnya dia akan dipenjara.
Singkat cerita dari Pentas Monolog Balada Sumarah ini
seperti kehidupan nyata yang sering terjadi di Indonesia. Banyak Tenaga Kerja
Wanita yang bekerja di luar negri mendapatkan perlakuan yang tidak adil
layaknya manusia. Saking tidak tahannya dengan berbagai macam prilaku majikan,
TKW pun terkadang membunuh sang majukan. Tenaga kerja indonesia yang baru sekali berbuat kesalahan langsung dihakimi
dengan hukuman yang seberat-beratnya, bahkan ada yang dihukum mati dan
jenazahnya tidak dikembalikan ke tanah air. Padahal itu tidak sepenuhnya salah
tenaga kerja indonesia, terlebih majikan mereka lebih banyak melakukan tindak
kekerasan, asusila, maupun pelanggaran HAM lainnya yang lebih berat dibandikan
dengan tenaga kerja kita. Ironisnya, pemerintah di Indonesia tidak dapat
melakukan apa-apa melihat semuanya terjadi. Semoga Tenaga Kerja Indonesia
maupun Tenaga Kerja Wanita dapat pemperoleh keadilan yang sebenarnya.
Setiap pertunjukan drama ataupun teater yang disajikan
secara runtut dan apik selalu berkesan bagi penikmatnya. Terlebih jika
penampilan sebuah teater berbeda dari yang biasanya. Dalam memerankan seni
berteater banyak ketrampilan yang harus dikuasai oleh pemainnya, misalnya saja
olah suara haruslah lantang, jelas dan berkarakter. Sebelum melaksanakan sebuah
pertunjukan yang besar, para pemain rutin melakukan latihan. Tidak hanya
latihan naskah dan akting, melainkan latihan fisik seperti lari, push up, sit up, back up, dan lain sebagainya untuk mendukung serta
melatih kemampuan seni bermain peran ini. Tidak ada salahnya mencoba berlatih bermain peran, selain melatih
kemampuan berbahasa, berlatih bermain peran juga dapat membuat tingkat pecaya
diri seseorang meningkat karena seringnya tampil di depan umum. Selain itu seni
bermain peran juga bermanfaat untuk mengembangkan kemampuan intelektual,
imajinatif, ekspresi, kepekaan kreatif, ketrampilan, dan mengapresiasi terhadap
hasil karya seni dan ketrampilan. Disamping itu terdapat manfaat yang sangat
penting bagi anak dalam belajar seni secara umum, yaitu membantu pertumbuhan
mental anak. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembacanya dan lebih
banyak lagi calon-calon penerus bangsa yang memanfaatkan waktu luangnya dengan
berbagai macam kegiatan-kegiatan yang bermaanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar