Indahnya Sastra di Indonesia
Sastra merupakan
hal yang sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan
Seni, terutama progam studi Pendidikan Bahasa dan Sasta Indonesia. Kemarin,
tepatnya pada hari Rabu, 19 Oktober 2016 Universitas PGRI Semarang mengadakan
sebuah acara yang berjudul UPGRIS Bersatra. UPGRIS Bersastra merupakan salah
satu dari serangkaian kegiatan Bulan Bahasa yang rutin dilaksanakan setiap
bulan Oktober di Universitas PGRI Semarang ini. Selain UPGRIS Bersastra, biasanya
UPGRIS terutama FPBS selalu mengadakan berbagai macam perlomban seperti lomba
baca puisi, lomba debat tiga bahasa, lomba drama komedi dan lain sebagainya.
Peserta lomba juga tidak hanya mahasiswa saja tetapi siswa SMA maupun SMP
sederajat di Jawa Tengah. Tahun lalu, puncak dari kegiatan Bulan Bahasa ini
pada tanggal 28 Oktober yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Puncaknya
selalu diperingati semeriah mungkin, kalau tahun lalu diadakan kirab budaya,
tahun ini memeriahkannya dengan diadakannya lomba tari kreasi antarmahasiswa.
Berhubung FPBSitu sendiri merupakan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, maka
mahasiswanya tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi seorang pendidik yang
profesional tetapi juga dituntut untuk mempunyai ketrampilan berbahasa dan mempunyai
seni yang dapat dimanfaatkan kedapannya.
Di dalam acara UPGRIS Bersastra terdapat 3
kritikus, 3 buku, 3 pembaca, dan 1 pengarang. Hal yang dibahas dalam acara ini
adalah membedah tiga buku karya Triyanto Triwikromo yaitu Sesat Pikir Para
Binatang, Bersepeda ke Neraka, dan Selir Musim Panas. Acara UPGRIS bersastra
ini dipandu oleh salah seorang sastrawan yang menjadi dosen di Universitas PGRI
Semarang ini, beliau adalah Dr. Harjito, M.Hum. Sebelum dan pada saat acara
dimulai, terdapat hiburan atau selingan dari band yang bernama Biscuittime yang
selalu memainkan musikalisasi puisi. Biscuittime ini dulunya juga merupakan mahasiswa
dari UPGRIS, tepatnya Pendidikan Bahasa Inggris. Sungguh luar biasa UPGRIS
mampu mencetak generasi muda yang masih peduli dengan sastra, karena kebanyakan
band baru yang saat ini muncul adalah band yang kurang memperhatikan pesan moral yang
disampaikan dalam lagu-lagunya. Kali ini Biscuittime hadir dengan lagu yang
penuh sastra dan tentunya pesan moral yang disampaikan juga dapat membentuk
karakter anak bangsa yang mendengarnya.
Selain Biscuittime
Rektor UPGRIS, Pak Muhdi dan Wakil Rektor Ibu Sri Suciati juga membacakan puisi
dengan sangat menarik, terkadang juga diselingi dengan alat musik, lain halnya
dengan Ibu Sri Suciati yang membaca puisi dan juga nembang jawa yang suaranya
sangat menggetarkan hati.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar