Jumat, 23 Desember 2016



Indahnya Sastra di Indonesia
Sastra merupakan hal yang sudah tidak asing lagi bagi mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, terutama progam studi Pendidikan Bahasa dan Sasta Indonesia. Kemarin, tepatnya pada hari Rabu, 19 Oktober 2016 Universitas PGRI Semarang mengadakan sebuah acara yang berjudul UPGRIS Bersatra. UPGRIS Bersastra merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan Bulan Bahasa yang rutin dilaksanakan setiap bulan Oktober di Universitas PGRI Semarang ini. Selain UPGRIS Bersastra, biasanya UPGRIS terutama FPBS selalu mengadakan berbagai macam perlomban seperti lomba baca puisi, lomba debat tiga bahasa, lomba drama komedi dan lain sebagainya. Peserta lomba juga tidak hanya mahasiswa saja tetapi siswa SMA maupun SMP sederajat di Jawa Tengah. Tahun lalu, puncak dari kegiatan Bulan Bahasa ini pada tanggal 28 Oktober yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Puncaknya selalu diperingati semeriah mungkin, kalau tahun lalu diadakan kirab budaya, tahun ini memeriahkannya dengan diadakannya lomba tari kreasi antarmahasiswa. Berhubung FPBSitu sendiri merupakan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, maka mahasiswanya tidak hanya dipersiapkan untuk menjadi seorang pendidik yang profesional tetapi juga dituntut untuk mempunyai ketrampilan berbahasa dan mempunyai seni yang dapat dimanfaatkan kedapannya.                                                                                             
 Di dalam acara UPGRIS Bersastra terdapat 3 kritikus, 3 buku, 3 pembaca, dan 1 pengarang. Hal yang dibahas dalam acara ini adalah membedah tiga buku karya Triyanto Triwikromo yaitu Sesat Pikir Para Binatang, Bersepeda ke Neraka, dan Selir Musim Panas. Acara UPGRIS bersastra ini dipandu oleh salah seorang sastrawan yang menjadi dosen di Universitas PGRI Semarang ini, beliau adalah Dr. Harjito, M.Hum. Sebelum dan pada saat acara dimulai, terdapat hiburan atau selingan dari band yang bernama Biscuittime yang selalu memainkan musikalisasi puisi. Biscuittime ini dulunya juga merupakan mahasiswa dari UPGRIS, tepatnya Pendidikan Bahasa Inggris. Sungguh luar biasa UPGRIS mampu mencetak generasi muda yang masih peduli dengan sastra, karena kebanyakan band baru yang saat ini muncul adalah band  yang kurang memperhatikan pesan moral yang disampaikan dalam lagu-lagunya. Kali ini Biscuittime hadir dengan lagu yang penuh sastra dan tentunya pesan moral yang disampaikan juga dapat membentuk karakter anak bangsa yang mendengarnya.
Selain Biscuittime Rektor UPGRIS, Pak Muhdi dan Wakil Rektor Ibu Sri Suciati juga membacakan puisi dengan sangat menarik, terkadang juga diselingi dengan alat musik, lain halnya dengan Ibu Sri Suciati yang membaca puisi dan juga nembang jawa yang suaranya sangat menggetarkan hati.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar